DownloadKKN di desa Penari versi Peretas Media pada 01 September 2019 di folder Document 540.16 KB. JudulBuku : KKN di Desa Penari Penulis : Simpleman Penerbit : PT. Bukune Kreatif Cipta, Jakarta Tahun Terbit : 2019 Jumlah halaman : 253 + vii halaman (1) Resensi Novel Dikta dan Hukum (2) Judul Buku: Dikta dan Hukum Penulis Buku: Dhia'an Farah Penerbit Buku: Asoka Aksara x Loveable Kota Terbit: - Cetakan: Cetakan keempat, Mei 2021 Tebal REVIEWNOVEL KKN DI DESA PENARI. Inti ceritanya sebenarnya simpel menurut saya kaya nama penulisnya 😂. Jadi, ada sekelompok mahasiswa KKN di desa tengah hutan trus disana ada kejadian-kejadian aneh sampai klimaksnya ada yang mati karenanya. ebelum baca, jujur aja saya paling penasaran banget buku karena kematian anggotanya. RESENSI"Kukira Kau Rumah": Angkat Isu Kesehatan Mental dan Strict Parents. In the Heart Of the Sea merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel karya dari Nathania Phillbrick. Film by Humas KETIK. May 6, 2021. Read More. KKN Di Desa Penari Tayang Lebaran. Menolak Pengkhianatan Konstitusi, Aliansi Mahasiswa Indonesia Gelar Film yang dirilis pada 2002 ini merupakan sebuah film yang diremake dari film horor Jepang yang berjudul Ringu. Film ini juga diadaptasi dari sebuah novel karya Koji Suzuki. Hingga saat ini Film "The Ring" masih digemari, karena banyak konspirasi tersembunyi dalam film tersebut. Dalamceritanya, tokoh Ayu yang diperankan Aghniny Haque dan Achmad Megantara sebagai tokoh Bima, melakukan tindakan asusila di desa tempat mereka melakukan KKN. Selain itu, mereka juga menanam pohon di tengah jalan yang membuat masyarakat sekitar merasa tidak nyaman. Hal itu justru menimbulkan dampak negatif bagi teman-temannya. . credit pict by Nala Salma NabilaJudul Buku KKN di Desa PenariPenerbit PT. Bukune Kreatif Cipta, JakartaJumlah halaman 253 + vii halamanPeresensi Nala Salma Nabila / Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang Buku KKN di Desa Penari adalah karya Simpleman. Dia adalah username dari sebuah akun anonim yang sering menulis cerita horor di Twitter. Dia juga yang menulis cerita di buku ini. Pada 2019, utasnya yang berjudul KKN di Desa Penari menarik perhatian pengguna Twitter Indonesia. Cerita ini sempat menjadi trending topic dan pembahasan dimana-mana hingga beberapa hari. Banyak orang mengatakan bahwa kisah KKN di Desa Penari itu menyeramkan sehingga utas tersebut sangat populer. Pada 1 September 2019, penerbit Bukune mengumumkan bahwa utas populer tersebut akan di adaptasi menjadi buku. Tak lama setelah itu, pada 16 September 2019 buku KKN di Desa Penari resmi dirilis. Awal mula Simpleman menulis cerita ini adalah saat dia tidak sengaja mendengar cerita ini dari teman ibunya. Teman ibunya menceritakan tentang pengalaman yang dia alami di sebuah desa kepada ibu Simpleman. Setelah itu, Simpleman mengikuti ibunya dan ikut menyimak kelanjutan cerita tersebut. Simpleman juga meminta izin kepada teman ibunya untuk menceritakan kembali kisah itu di Twitter. Teman ibu Simpleman berpesan agar menyamarkan nama lokasi agar tidak menimbulkan kesan buruk pada lokasi tersebut. Buku KKN di Desa Penari berisi kisah sekelompok mahasiswa yang melakukan kegiatan KKN di sebuah desa. Mereka melakukan kegiatan tersebut di sebuah desa yang masih kental dengan hal-hal mistis. Segala pengalaman tak mengenakkan mereka rasakan selama sekitar 45 hari di desa tersebut. Mulai dari melihat wanita yang menari di hutan, mendengar nyanyian aneh, tubuh menjadi berat dan hal menyeramkan lainnya. Penulis secara tidak langsung mengingatkan kita untuk selalu menjunjung tata krama di mana pun kita berada. Semua masalah dalam cerita tersebut berasal dari para mahasiswa yang melakukan KKN itu tidak mematuhi aturan desa itu. Sebagai pendatang harusnya kita mematuhi dan menghormati apa saja yang ada dalam tempat yang dikunjungi. Apalagi dalam cerita ini, desa tempat dilakukannya KKN adalah desa yang masih sangat kental dengan hal mistis. Lokasi desa itu juga sangat terpencil dan masuk ke hutan. Masyarakatnya juga masih menjunjung tinggi kepercayaan mereka terhadap nenek moyang. Widya, Ayu, Nur, Anton, Wahyu dan Bima adalah anggota kelompok yang melakukan KKN di desa penari. Desa ini dijuluki dengan “desa penari” karena dahulu banyak yang menjadi penari berasal dari daerah ini. Di desa ini juga masih banyak tempat dan benda-benda peninggalan para leluhur. Ada satu tempat terlarang di desa ini, yaitu Tapak Tilas. Tempat tersebut tidak boleh dimasuki oleh siapapun, bahkan warga asli desa tersebut tidak berani memasukinya. Di dalam buku ini diceritakan bahwa tingkah para mahasiswa tersebut membuat penghuni ghaib desa menjadi marah. Salah satu dari mereka melanggar aturan desa dengan pergi memasuki tempat terlarang. Ada juga yang membuat seperti perjanjian dengan makhluk halus disana hanya untuk mendapatkan sang pujaan hati. Tidak sampai disitu, bahkan dua orang dari sekelompok mahasiswa itu berani berbuat hal yang tidak senonoh. Mereka yang telah melakukan hal tersebut sungguh telah melewati batas wajar. Segala sesuatu yang kita perbuat pasti akan mendapat balasannya. Begitu juga dengan para mahasiswa yang berbuat seenaknya di desa penari. Dua orang yang sudah melewati batas wajar itu mendapat karma. Sukma dua mahasiswa tersebut terperangkap di dunia makhluk halus. Para makhluk halus yang membawa sukma kedua mahasiswa ini tidak mau mengembalikannya. Segala jenis pertolongan dan pengobatan tidak membuahkan hasil. Sehingga nyawa mereka berdua tidak bisa diselamatkan lagi. Mereka yang seharusnya mengerjakan proker Program Kerja di desa justru malah mendapat malapetaka. KKN yang seharusnya berjalan lancar agar bisa segera lulus kuliah pun menjadi hancur. Ini semua tidak akan terjadi jika seandainya para mahasiswa itu tidak mengedepankan hawa nafsu mereka. Banyak hal yang bisa dipelajari dari cerita ini, di mana pun kita berada tetaplah menjunjung tinggi tata krama. Tidak hanya tata krama, tapi sopan santun, sikap saling menghormati dan patuh terhadap peraturan juga penting. Tidak lupa untuk selalu beribadah kepada Allah SWT agar terlindungi dari bahaya. Semua yang telah terjadi dalam cerita ini tidak bisa kembali dan penyesalan selalu berada di akhir. Buku ini sungguh luar biasa, penulis bisa menyajikan cerita menyeramkan hingga seakan-akan kita ikut merasakannya. Adanya dua sudut pandang yang membuat isi cerita ini menjadi lengkap. Sudut pandang tersebut diambil dari tokoh Widya dan Nur. Dialog yang dikemas dalam buku ini juga bagus. Meskipun terdapat beberapa kalimat berbahasa Jawa tetapi penulis tetap menyertakan artinya. Sampul bukunya pun menarik dan terlihat menyeramkan untuk cerita horor seperti ini. Orang-orang yang belum pernah mendengar kisah KKN ini pasti akan melihat sampul bukunya terlebih dahulu sebelum membacanya. Meskipun cerita ini dibagi dalam dua sudut pandang, tetapi banyak yang terlihat seperti hanya diulang-ulang saja. Memang ada beberapa perbedaan antara sudut pandang Nur dan Widya, tetapi masih banyak yang diulang. Hal itu mungkin bisa membuat pembaca berhenti membaca novel ini di tengah cerita. Masih banyak juga kesalahan penulisan kata atau typo untuk ukuran novel yang sudah terbit. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, novel “KKN di Desa Penari” layak dibaca saat waktu senggang. Alur cerita yang masih kental dengan horor khas Jawa membuat cerita ini menarik dibaca. Jakarta - Dua kali tunda tayang membuat KKN Di Desa Penari dikhawatirkan banyak orang. Pertama, apakah hype-nya sedahsyat 2019? Mengingat, kisah ini viral lewat sebuah utas di medsos tiga tahun silam lalu dialihwahanakan ke layar lebar oleh produser Manoj Punjabi. Awi Suryadi, sineas yang membesarkan Danur menjadi jagat sinema dipercaya menahkodai proyek ambisius ini dengan Tissa Biani, Adinda Thomas, dan Achmad Megantara di garis depan. Mestinya tayang Maret 2020 lalu bergeser ke Februari 2022, akhirnya KKN Di Desa Penari ditanam di libur Lebaran. Keputusan yang tak akan disesali mengingat belum sehari tayang, film ini merangkul lebih dari 200 ribu penonton. KKN Di Desa Penari Teror Penonton Pada Hari Pertama, Tertinggi Ketiga Dalam Sejarah Sinema 6 Fakta di Balik Layar KKN Di Desa Penari Dari Libatkan 110 Ular Hingga Tanah Longsor di Lokasi Syuting Batal Tayang 24 Februari 2022, KKN Di Desa Penari Incar Tanggal Rilis Lebaran Tahun Ini Pencapaian ini melibas dua peserta kompetisi Idulfitri lainnya yakni Kuntilanak 3 dan Gara-gara Warisan. Apa yang bikin KKN di Desa Penari tak kehilangan marwahnya? Berikut review film-nya. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Diakui sang produser, Manoj Punjabi, KKN di Desa Penari ini merupakan salah satu film horor yang memiliki budget cukup tinggi. Bahkan mengalahkan film drama yang pernah MahasiswaAdinda Thomas sebagai Widya dalam KKN Di Desa Penari. Foto Dok. MD PicturesKKN di Desa Penari mengisahkan Nur Tissa Biani, Bima Achmad Megantara, Anton Calvin Jeremy, Widya Adinda Thomas, dan Ayu Aghniny Haque. Mereka menempuh kuliah kerja nyata di desa misterius lewat perantara Pak Prabu Kiki Narendra. Tugas mereka beragam dari penelitian budidaya jagung hingga memperbaiki perairan yang selama ini jadi pemandian warga. Desa ini belum mengenal listrik. Akses transportasi ribet lantaran harus melewati jembatan dan hutan. Sebelum KKN dimulai, enam mahasiswa ini diingatkan sejumlah pantangan, dari jaga sikap maupun ucapan hingga dilarang memasuki kawasan yang ditandai gapura mini berikut sesaji. Baru tiba di lokasi, Nur merasakan hal aneh. Pundak kanannya memberat. Widya mendengar suara gamelan dari arah hutan. Yang paling fatal, terdengar desahan suara Bima dengan seorang perempuan asing dari kamar. Suasana jadi tak terkendali kala Widya yang sedang mandi melihat penari Minum KopiTissa Biani memakai jilbab sebagai Nur dalam film KKN Di Desa Penari. Foto Dok. MD PicturesNur kemudian kesurupan. Anton gemetaran kala mendapati baki berisi sesaji kembang plus foto di kamar rekannya. Sejak itu, kondisi desa menjadi tak baik-baik saja. Pak Prabu meminta bantuan Mbah Buyut Boneng. “Diagnosis” sementara berdasar ritual minum kopi memperlihatkan Widya sasaran empuk lelembut desa. Nur sebaliknya, karena ada sosok tak kasat mata yang sejak awal menjaganya. Bagaimana dengan Bima? Kesan pertama menyaksikan film ini, sinematografi penuh gaya dari high angle, rotasi gambar menuju titik pandang ideal, lanskap “agungnya” Desa Penari, hingga pohon-pohon yang menuntun jalan ke sumber petaka. Dari elemen teknis saja, KKN Di Desa Penari telah memperlihatkan Adinda ThomasSalah satu adegan film KKN di Desa Penari. Foto Dok. MD PicturesBelum lagi tata musik dan suara. Bagi yang menonton di studio bioskop dengan tata suara Dolby Atmos, terasa betul bagaimana music and sound efektif membangun hawa wingit, di samping unsur artistiknya. Para pemain tampil apik. Pujian patut diberikan kepada Adinda Thomas yang tampil meyakinkan. Ekspresinya merefleksikan sesuatu yang mengintai, asing, dan berbahaya. Sejumlah adegan kritis ia eksekusi secara pas. Kiki Narendra, Aty Cancer, dan Boneng tampil effortless. Penampilan natural para bintang senior ini memperlihatkan bahwa tokoh yang mereka mainkan benar orang lawas. Sesepuh. Mereka menyimpan rahasia tak terucap yang tersingkap dengan sendirinya. 3 Catatan KritisAghniny Haque sebagai Ayu dalam KKN Di Desa Penari. Foto Dok. MD PicturesKKN di Desa Penari bukan horor kebanyakan yang menempatkan hantu sebagai serial killer dan manusia punya hak jejeritan sehebohnya sebelum cerita berakhir. Tema besarnya, “legenda” dari daerah yang dikonfirmasi layaknya kasus kriminal. Ada saksi, korban, saksi ahli, TKP, barang bukti, dan tersangka. Misteri disibak lewat sejumlah klu. Efek ngeri bukan dari penampakan plus suara gedombrangan melainkan akibat-akibat fatal. Awi Suryadi menggiring cerita ke babak akhir yang menampilkan akibat paling ngeri. KKN Di Desa Penari menyisakan sejumlah catatan. Pertama, bahasa Jawa yang digunakan broken alias gado-gado. Misalnya, nyelokoi mencelakai semestinya nyilakani. Kata kelakuane bisa dikoreksi menjadi solahbawane atau tumindake. Laopo kamu seharusnya laopo kon, atau laopo kowe. Kedua, latar belakang karakter terasa samar. Ini berdampak pada pengembangan karakter secara keseluruhan. Ketiga, dampak dari samarnya latar belakang tokoh membuat babak kedua terasa agak melelahkan. Untung dibayar dengan babak ketiga yang EuforiaSalah satu adegan film KKN di Desa Penari. Foto Dok. MD PicturesSetiap film punya plus minus, begitu pula KKN Di Desa Penari. Meski demikian, kita patut mengapresiasi mereka yang di depan maupun belakang layar film ini. Tunda tayang dua kali jelas berdampak besar pada euforia dan kekhawatiran hilangnya momen. Ajaibnya, film ini tak kehilangan momen. Para kreator membangun momen sendiri salah satunya lewat dua versi Cut dan Uncut. Jelas versi Uncut lebih bikin penasaran karena film ini menempatkan diri sebagai horor dewasa. Genre horor saja sudah masuk kategori dewasa. LSF biasanya melabeli genre ini 17 tahun ke atas. KKN di Desa Penari berani ambil risiko membuat dua versi untuk penonton. Ini memantik euforia. Terbukti, Sabtu 30/4/2022 kata uncut trending di Twitter melampaui kata KKN di Desa Penari itu Ribuan Penonton, Selamat!Achmad Megantara sebagai Bima dalam KKN Di Desa Penari. Foto Dok. MD PicturesBelum lagi libur Lebaran kali ini, level PPKM makin longgar. Mudik diizinkan. Kepercayaan orang terhadap bioskop membaik. Terakhir, yang membuat film ini tak kehilangan euforia adalah kedekatan cerita terhadap masyarakat Indonesia. Salah satu yang membuat saya dekat dengan film ini adalah sosok yang dipanggil Mbah Dok. Mbah Dok di Jawa merujuk pada kata Mbah Wedok atau eyang putri. Anda bisa tonton sendiri di bioskop siapa dia. Pada hari pertama penayangan, KKN Di Desa Penari merangkul 315 ribuan penonton. Tertinggi ketiga dalam sejarah sinema. Inilah kemenangan bagi KKN Di Desa Penari. Ralat. Ini kemenangan bagi film Indonesia. Selamat! Pemain Tissa Biani, Achmad Megantara, Adinda Thomas, Kiki Narendra, Calvin Jeremy, Fajar Nugraha Produser Manoj Punjabi Sutradara Awi Suryadi Penulis Lele Laila, Gerald Mahamit Produksi MD Pictures, PicHouse Films Durasi 128 menit * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

resensi novel kkn di desa penari