Yangtidak mengalami peristiwa hidrolisis adalah garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat. K 2 SO 4 berasal dari KOH dan H 2 SO 4 yang masing-masing berturut-turut merupakan basa kuat dan asam kuat. Soal No. 2 Dari beberapa larutan berikut ini yang terhidrolisis sempurna adalah. A. NH 4 Cl B. CH 3 COONa C. K 2 SO 4 D. NH 4 CH 3 COO E
Air Pertumbuhan mikroba tidak pernah terjadi tanpa adanya air. Air dalam substrat yang dapat digunakan untuk pertumbuhan mikroba biasanya dinyatakan dengan istilah water activity (a w), yaitu perbandingan antara tekanan uap air dari larutan (P) dengan tekanan uap air murni pada suhu yang sama (P 0).. a w = p/p 0 X. Menurut hukum RAOULT, a w berbanding
Penelitiantentang mikroalga telah banyak dilakukan, namun penelitian mikroalga yang berasal dari Sumatera Barat belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asam lemak yang terdapat pada mikroalga yang diisolasi dari Perairan di Sawahan dan Kuranji dan menganalisa pertumbuhan mikroalga tersebut dalam Bold Bassal’s Medium.
AspekKeuangan dan Manajemen Pengelolaan Persampahan Secara Terpadu Berbagai prinsip yang perlu dilakukan dalam menerapkan pengelolaan persampahan secara regional ini adalah sebagai berikut; Slide 43 Slide 44 Pengolahan Sampah Secara proses ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, diantaranya adalah : Produksi
1 Dimasukkan simplisia tumbuhan 5 gr kering yang telah dirajang halus kedalam erlenmeyer 250 ml. Lalu tambahkan dengan 25 ml etanol dan diaduk-aduk. 2. Panaskan diatas penangas air selama 10 menit (jangan menggunakan
senyawayang belum diketahui. Dari penelitian tersebut menyatakan bahwa biji srikaya mengandung (81,7%) potensi asam lemak yang dapat dikembangkan sebagai biodisel. Hotti dan Hebbal (2014), dalam penelitiannya menggunakan biji srikaya berhasil mensintesis biodisel dengan metode esterifikasi-transesterifikasi, dalam
. JAKARTA -Para ilmuwan di Amerika Serikat membuktikan sekali lagi efek negatif dari gas karbon dioksida. Selain telah lama diketahui meningkatkan suhu Bumi, gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil itu juga meningkatkan kadar uap air di troposfer studi yang dipublikasikan di jurnal online Proceedings of the National Academy of Sciences, pada 28 Juli 2014, para peneliti menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi uap air di atmosfer adalah akibat langsung dari aktivitas manusia yang berdampak pada perubahan iklim dalam beberapa dekade ke depan.“Studi ini adalah yang pertama yang mengonfirmasi bahwa aktivitas manusia meningkatkan uap air di troposfer atas,” kata Brian Soden, salah seorang peneliti dan guru besar Sekolah Ilmu Atmosfer dan Kelautan Rosenstiel, Universitas Miami. Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer yang mengandung uap air dari proses penguapan dan transpirasi. Sekitar 99% uap air dan aerosol pada atmosfer disumbangkan dari troposfer. Terdiri dari empat lapisan, troposfer bagian atas terletak 3-7 mil di atas Bumi. Dalam penelitiannya, Soden dan tim menyelidiki peyebab potensial dari 30 tahun pelembaban di troposfer atas. Mereka mengukur uap air di daerah tersebut dari data yang dikumpulkan dari satelit NOAA lantas membandingkannya dengan model prediksi iklim sirkulasi air antara lautan dan menggunakan sejumlah model eksperimen tersebut, para peneliti menemukan bahwa kanaikan uap air di troposfer atas bukan disebabkan faktor alam seperti aktivitas gunung berapi dan matahari, melainkan dipengaruhi peningkatan gas rumah kaca seperti karbon dioksida CO2. Sebagaimana diketahui, gas rumah kaca menaikkan suhu dengan memerangkap panas radiasi Bumi di dalam atmosfer. Pemanasan ini, ternyata juga meningkatkan akumulasi uap air atmosfer, tempat di mana gas rumah kaca paling melimpah berada. Kelembaban atmosfer menjebak panas radiasi tambahan dan kemudian meningkatkan suhu iklim memprediksi bahwa ketika iklim menghangat hasil pembakaran bahan bakar fosil, konsentrasi uap air juga akan meningkat. Pelembaban atmosfer, pada gilirannya, menyerap lebih banyak panas dan menaikkan suhu Bumi. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Air hujan baca pemanfaatan air hujan memanglah air yang menyegarkan dan aman untuk digunakan dalam aktivitas tertentu. dikatakan aman karena air hujan bukanlah air baca jenis air yang sifatnya merugikan. Bahkan dalam bidang pertanian atau perkebunan kebutuhan akan air untuk menyirami tanaman selalu dipenuhi oleh air hujan di setiap musim hujan. Dan hal ini membuat tanaman menjadi subur baca ciri tanah subur dan tidak subur dan tanah menjadi ada pula aktivitas manusia yang tidak boleh menggunakan air hujan. Mengapa tidak boleh menggunakan air hujan? Hal ini karena air hujan memiliki kandungan beberapa zat yang tidak baik bagi aktivitas manusia seperti diatas. Kandungan air hujan ini termasuk di dalamnya adalah zat- zat yang bersifat kimiawi. Beberapa kandungan zat atau bahan kimia yang terdapat pada air hujan antara lain sebagai berikutUap air atau H2OKandungan utama yang terdapat pada hujan adalah uap air atau H2O. kandungan uap air ini adalah yang paling dominan dengan presentase sebesar 99,9% dan sisanya tergantung pada lapisan atmosfer yang dilaluinya. Kita semua telah mengetahui tentang siklus hujan. Bagaimana hujan terjadi dari awal mula hingga turun ke bumi bahkan menjadi hujan lagi. Nah dari proses terjadinya hujan tersebut ada yang namanya penguapan dari sumber- sumber air yang ada di planet bumi. Nah, penguapan tersebut lah yang membuawa uap air dan membentuklan awan- awan yang kecil. Awan- awan tersebut kemudian terbawa angin dan menggumpal menjadi awan yang baca proses terjadinya awan yang besar inilah yang akan mengalami kejenuhan hingga menurunkan muatannya yang berisi air ke bumi. Sebenarnya awan inilah yang mengandung uap air sehingga uap air merupakan cikal bakal terjadinya hujan. Uap air ini sifatnya aman selama uap tersebut berasal dari sumber air di permukaan bumi yang aman bagi manusia pula. Kandungan uap air pun berbeda- beda tergantung sumber airnya. Uap air sendiri apabila mengenai tubuh maka masih dalam batas silika dan fly ash dalam bentuk abu ringanAir hujan juga mengandung zat karbon. Zat karbon yang terdapat pada air hujan ini berupa silika dan juga fly ash. Perlu kita ketahui bersama bahwa silika dan juga fly ash merupakan zat debu yang mengikat molekul- molekul pada air hingga terbentuklah hujan. Hujan ini berasal dari proses presipitasi, yaitu proses pengikatan banyak molekul- molekul di permukaan molekul lainnya sehingga terbentuklah molekul yang dipusatnya terdapat molekul asing. Sehingga silika dan juga fly ash ini merupakan zat yang berperan dalam proses terjadinya hujan bahkan peranannya menjadi sangat penting dan juga dominan. Kandungan karbon yang berlebih akan menyebabkan nitratKandungan zat kimia selanjutnya yang ada di dalam air hujan adalah asam nitrat. Pernah kita mendengar tentang terjadinya hujan asam. Hujan asam merupakan hujan yang terjadi akibat pencemaran oleh pabrik yang bersifat kotor atau dari semburan gunung berapi. Kandungan asam nitrat yang berlebihan tidak baik dan bisa membahayakan. Kandungan asam juga bisa dinyatakan dalam pH. Air hujan normal memiliki pH 6, sementara hujan asam memiliki pH dibawah normal, yakni sekitar 5,7 ke bawah. Kandungan asam yang berlebihan bisa menyebabkan besi mudah berkarat dan juga gangguan pernapasan pada sulfatSelain asam nitrat, kandungan zat asam lainnya pada air hujan adalah asam sulfat. Asam sulfat merupakan zat yang terkandung dalam air hujan dan apabila berlebihan maka akan menyebabkan gangguan pada pernapasan zat selanjutnya pada air hujan adalah garam. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa garam berasal dari air laut baca macam macam laut yang rasanya asin. Sebab itulah garam juga terasa asin. Sebenarnya kandungan garam pada air hujan ini relatif. Air hujan yang mengandung banyak kandungan garam adalah hujan yang terjadi di daerah pantai baca ekosistem pantai. Hal ini karena proses terjadinya hujan di daerah pantai akibat dari penguapan air laut yang terpanaskan oleh sinar laut yang mengandung garam tersebut akan menguap dan uap airnya pun mengandung garam. Kandungan garam yang berlebihan pada hujan akan menyebabkan besi menjadi cepat berkarat dan mempercepat proses korosi. Sementara itu kandungan garam yang berlebih apabila terkena kulit akan menyebabkan kusam dan kondisi yang tidak itulah beberapa zat yang terkandung dalam air hujan. Zat- zat yang telah disebutkan di atas tidaklah permanen ada di setiap air hujan dengan kadar yang sama. Kandungan zat pada air hujan ini tergantung pada keadaan atmosfer di masing-masing daerah atau wilayah terjadinya hujan tersebut. Misalnya di daerah pantai baca manfaat pantai akan mengandung garam dengan kadar yang tinggi, dan di wilayah perindustrian hujan akan mengandung asam yang cukup banyak daripada bukan di wilayah perindustrian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan zat pada air hujan berbeda-beda di setiap wilayahnya. Tags air hujan, Hujan, kandungan zat, zat kimia
Oleh Tri Ayodha Ajiwiguna Air Conditioner atau AC adalah alat yang digunakan untuk mengkondisikan udara dalam sebuah ruangan/tempat sehingga udara runagan tersebut menjadi lebih nyaman. Pernakah anda perhatikan bahwa pada AC biasanya ada selang khusus untuk mengalir air dari AC indoor?Dari mana asal air ini?Apakah air ini bersih? Berikut pembahasannya Udara pada atmosfer bumi terdiri dari berbagai jenis gas, seperti nitrogen, oksigen, argon, termasuk juga uap air. Semakin tinggi kandungan uap air pada udara, maka semakin lembab udara tersebut. Udara sendiri memiliki kemamapuan terbaras dalam hal menampung uap air. Jika udara sudah tidak mampu menampung uap air, maka akan terbentuk embun atau kondensat. Udara yang bertemperatur lebih tinggi memiliki volume yang lebih besar sehingga dapat menampung udara lebih banyak. Pada saat udara didinginkan maka daya tampung uap airnya pun semakin kecil. Jika terus didinginkan maka udara tersebut akan menjadi jenuh, dimana udara tidak dapat lagi menampung air. Jika udara jenuh ini didinginkan lebih lanjut maka akan terbentuk embun/kondensat. Inilah yang terjadi pada AC. Udara dalam ruangan juga mengandung uap air. Uap air ini bisa berasal dari luar atau dalam ruangan. Uap air dari luar dapat masuk melalui ventilasi udara atau infiltrasi dari celah-celah yang terdapat pada ruangan. Sedangkan uap air yang dari dalam ruangan dapat berasal dari evaporasi air yang ada dalam ruangan, keringat nafas dari orang yang berada dalam runagan. Uap air ini akan ditangkap oleh udara ruangan tersebut. Udara yang mengandung uap air ini dialiran ke evaporator indoor AC untuk didinginkan. Udara ini akan jenuh dan membentuk kondesat/embun pada indoor AC. Inilah penjelasan mengapa terjadi air pada AC. Apakah air ini bersih? Sebenarnya air yang terbentuk oleh AC ini mungkin bisa dikatakan air murni sehingga aman digunkan. Namun, air ini dapat menjadi kotor jika kondisi kebersihan AC tidak bersih. Dapat dibayangkan udara terus menerus mengalir melalui kisi-kisi evaporator indoor AC. Udara yang dialirkan ini mengandung pula partikel-partikel debu yang dapat menumpuk pada AC jika jarang dibersihkan. Nah, oleh sebab debu2 ini lah maka sebaiknya air hasil kondesasi AC tidak diminum.
Tak dipungkiri bahwa setiap makhluk hidup mulai dari tumbuhan, hewan hingga manusia sangat bergantung dengan air sebagai sumber daya untuk menunjang kehidupannya. Oleh karena itu kita sebagai makhluk berakal sudah semestinya menjaga kelestariannya supaya air bersih dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Manusia lah yang sebenarnya sebagai faktor utama perusak sehingga kualitas air mengalami air dalam kehidupan sangatlah banyak, terkadang dalam penggunaannya tidak dilakukan secara bijaksana, sehingga tidak memperhitungkan lagi dampak negatif yang dapat saja terjadi. Jika terjadi demikian maka manusia juga yang akan menanggung akibatnya. Untuk itulah kesadaran atas penghematan dan upaya melastarikan sumber daya air harus ditanam dan dipupuk oleh semua orang. Kesadaran yang hakiki dan bukan karena takut mendapatkan sanksi/ daya air sangatlah banyak karena hampir 70 persen muka bumi tertutupi air, namun sayangnya sebagian besar berbentuk air laut yang kurang baik jika digunakan untuk keperluan hidup manusia. Air laut mengambil bagian sekitar 97 persen dari total keseluruhan air dunia serta hanya 3 persen air tawar dan dari 3 persen itupun 70 persen berbentuk es, 30 persen lainnya ada di danau, sungai, air permukaan dan air dalam dibayangkan betapa sedikitnya air tawar itu, terlebih untuk air tanah yang jumlahnya sangat terbatas. Banyaknya populasi manusia saat ini tidak sebanding dengan pasokan air tawar yang benar benar bersih dan murni. Untuk itulah banyak orang berusaha mencari sumber air yang masih terjaga kelestarian dan kemurnian, dan air tanah menjadi pilihan favorit karena selain murni, tidak adanya biaya tambahan untuk mendapatkannya atau bahkan bisa dikatakan yang diketahui sebelumnya air tersebar dimana saja, tidak hanya terkonsentrasi di lautan, di daratan pun dijumpai air meskipun jumlahnya relatif sedikit jika dibandingkan dengan total air keseluruhan. Berdasarkan letak dan asalnya air secara umum dikelompokan menjadi 3 yakni air permukaan, air angkasa dan air tanah dan berbagai jenis jenis air..Jenis air permukaan merupakan air hujan yang mengalir diatas permukaan bumi dikarenakan tidak mampu terserap kedalam tanah dikarenakan lapisan tanahnya bersifat rapat air sehingga sebagian besar air akan tergenang dan cenderung mengalir menuju daerah yang lebih rendah, air permukaan seperti inilah yang sering disebut dengan sungai Baca Fungsi air hujan & Jenis jenis hujan.Pada umumnya, air permukaan mengalami pengotoran selama mengalir diatas permukaan seperti bercampur dengan lumpur, sisa daun dan batang kayu serta kotoran lainnya. Tingkat pengotoran air permukaan tergantung dari daerah yang dialirinya, jika di daerah urban/ perkotaan, air permukaan berkualitas sangat buruk karena sudah tercampur dengan bahan bahan kimia, sementara itu jika air permukaan pada hutan cenderung mengandung bahan bahan anorganik alamiah seperti air yang sudah tercampur humus dan sisa pelapukan organik seperti daun, batang pohon dan akar. Air permukaan terbagi menjadi 2 yaitu 1. Air SungaiMerupakan jenis air permukaan dengan tingkat kekotoran yang sangat tinggi. Paling sering digunakan oleh manusia seperti untuk irigasi, transportasi dan untuk pemenuhan kebutuhan lainnya. Karena derajat pengotorannya begitu tinggi sehingga dalam penggunaan-nya untuk air minum perlu melewati proses pengolahan yang sempurna sehingga dapat di konsumsi secara aman baca Manfaat sungai.Pada daerah hulu sungai umumnya memiliki kualitas air yang jauh lebih baik, sehingga tidak memerlukan proses rumit dalam pengolahannya untuk menjadi air minum. Masyarakat yang tinggal di daerah hulu sungai lebih memilih menggunakan air sungai, dibandingkan dengan air tanah karena perbedaan kualitas antara keduanya tidak begitu Air Danau/TelagaAir permukaan yang mengalir dan menemukan sebuah cekungan akan membentuk danau jika cekungan tanah dalam skala besar atau jika cenkungan berskala kecil maka akan membentuk telaga. Danau biasanya memiliki sumber air dari sungai ataupun mata air pada danau di dataran tinggi dan memiliki aliran keluar. Sedangkan Telaga dan rawa umumnya lebih disebabkan oleh air hujan yang tergenang di suatu cekungan tanah dan tidak memiliki aliran keluar, hal inilah yang menyebabkan kenapa air rawa berwarna. Kandungan zat zat organik yang tinggi misalnya humus tanah yang sudah terlarut menjadikan air berwarna kuning tingkat pembusukan bahan organik begitu tinggi dan sedikitnya jumlah air menyebakan kandungan Besi Fe dan Mangan Mn akan tinggi juga ditengah tingkat kelarutan kandungan oksigen pada air rawa yang begitu rendah. Pada beberapa kasus akan dijumpai alga/ lumut pada permukaan air telaga/rawa jika kondisi sinar matahari dan kadar Co2 yang ketika ingin memanfaatkan air rawa haruslah berhati hati dengan hanya mengambil air sampai kedalaman tertentu saja, supaya endapan Besi dan Mn tidak ikut terbawa. Jikalau seandainya terbawa maka, harus kembali diendapkan lagi. Akan lebih baik lagi jika memakai filter air sehingga lumut atau alga dapat terpisah dengan sempurna Baca Fungsi Danau.3. Air Laut1/3 luas bumi adalah lautan, zona laut merupakan zona terluas di bumi, setiap orang tentu mengetahui laut. Air laut merupakan penyumbang air terbesar di Bumi. Air laut memiliki rasa yang sangat asin. Namun sumber air lainnya sebenarnya dapat kita simpulkan berasal dari laut. Baca juga fungsi batas kelautan ZEE & Manfaat pasang surut air lautAir AngkasaYaitu air yang asalnya dari udara atau atmosfer yang jatuh ke permukaan bumi. Perlu diketahui bahwa komposisi air yang yang terdapat di lapisan udara bumi berkisar persen dari total air yang ada dibumi. Menurut bentuknya air angkasa terbagi lagi menjadi1. Air HujanMatahari berperan dalam mendorong proses terjadinya penguapan uap air yang ada di permukaan bumi naik hingga atmosfer. Disanalah uap air akan mengalami kodensasi sehingga berubah wujud menjadi titik air yang akan semakin berat dan akhirnya jatuh kembali ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Namun ada juga titik air yang sebelum sampai ke bumi sudah menguap lagi, ini disebut dengan terjadinya Virga maka proses penjenuhan udara akan berlangsung, semakin lama udara akan mencapai titik jenuh maksimum sehingga terjadinya hujan. Air hujan umumnya memiliki tingkat PH yang rendah sehingga cenderung bersifat asam dan tekstur lunak karena tidak mengandung garam dan zat zat mineral kodensasi yang berlangsung pada daerah pengunungan yang udaranya belum terkena polutan maka akan menghasilkan air hujan dengan PH mendekati normal. Namun jika proses kodensasi terjadi pada daerah dengan tingkat polutan tinggi seperti daerah perkotaan dan industri maka PH air hujan nya akan rendah sehingga sering disebut dengan istilah hujan asam. Proses terjadinya hujan2. Air SaljuMemiliki karakteristik yang sama dengan air hujan, hanya saja karena suhu udara disekitar yang lebih rendah sehingga titik air berubah menjadi es dan jatuh kembali ke bumi dalam bentuk kepingan es bertekstur lembut yang sering disebut dengan salju. Saat jatuh ke permukaan bumi yang suhunya sekitar 0 derajat Celcius maka salju akan meleleh dan menjadi pecahan kecil yang dinamakan kepingan Air EsProses pembentukan-nya sama dengan air hujan dan salju, hanya saja udara saat terjadi kodensasi lebih dingin lagi sehingga membentuk butiran es yang ukurannya bervariasi. Sebenarnya Es dapat terbentuk pada suhu yang lebih tinggi asalkan tekanan udara saat itu juga tinggi. Jika tekanan udara sangat rendah, terkadang air belum berubah menjadi es meskipun bersuhu dibawah 0 derajat TanahMerupakan segala macam jenis air yang terletak dibawah lapisan tanah. Menyumbang sekitar persen dari total air di bumi. Hal ini menjadikan air tanah lebih banyak daripada air sungai dan danau bila digabungkan maupun air yang terdapat di atmosfer. Air tanah dapat dikelompokkan menjadi air tanah dangkal dan air tanah masyarakat lebih sering memanfaatkan air tanah dangkal untuk keperluan dengan membuat sumur hingga kedalaman tertentu. Rata rata kedalaman air tanah dangkal berkisar 9 hingga 15 meter dari bawah permukaan tanah. Meskipun volume-nya tidak sebanyak air tanah dalam, namun sudah sangat mencukupi segala kebutuhan seperti untuk air minum, mandi dan atau sedikitnya air tanah dangkal tergantung dari seberapa besar atau banyak air yang terserap tanah, jadi pada kondisi kemarau maka pasokan air tanah dangkal ini akan jauh menurun sehingga tidak mengeluarkan air lagi. Secara fisik air tanah dangkal jernih dan bening, hal itu terjadi akibat proses penyaringan di setiap lapisan tanah. Namun kandungan zat kimia seperti garam gara, terlarut. Baca Cara menjaga kelestarian airPengelompokan Air Tanah Menurut LetaknyaSeperti yang telah diketahui bahwa tanah tersusun atas beberapa lapisan hingga mencapai lapisan tanah kedap air dan batuan. Dan air tanah pun sebenarnya tersebar di semua lapisan tersebut dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan air tanah pada lapisan lain. Secara fisik tidak ada yang berbeda, namun jika dilihat dari kandungan/ komposisi kimia jelas berbeda. Berdasarkan letaknya air tanah terbagi menjadi beberapa jenis seperti berikut1. Air Tanah FreatikMerupakan air tanah dangkal yang berada tidak jauh dari permukaan tanah. Cara mendapatkan air tanah freatik sangatlah mudah, cukup dengan membuat sumur hingga kedalaman antara 9 hingga 15 meter biasanya sudah muncul airnya. Air tanah dangkal umumnya bening, namun pada beberapa tempat air tanah freatik ini dapat juga tercemar seperti memiliki kandungan Fe dan Mn yang tinggi. Karena rentan tercemar, maka untuk itu pembuatan sumur pun harus mengikuti kaidah yang dianjurkan sepertiTembok harus diberikan hingga kedalaman 3 meter dari permukaan tanah supaya pengotoran air sumur oleh air yang berasal dari permukaan dari dihindari. Jika tidak ada tembok bisa saja air kotor pemukaan menyerap dan masuk secara langsung kedalam sumur tanpa melewati penyaringan dari beberapa lapisan sekeliling sumur, pada jarak sekitar 2 meter dari bibir sumur harus dibangun lantai rapat/ keramik, hal ini bertujuan supaya air permukaan yang kotor, misalnya bekas mandi dan mencuci tidak terserap kedalam sumur lantai tersebut harus dilengkapi dengan saluran pembuangan air yang terpadu sehingga air kotor tidak terlalu lama tergenang di sekitar sumur. Saluran-nya pun harus kokoh dan tidak ada yang rusak, jika ada saluran yang struktur nya rusak terlebih lokasinya dekat sumur maka air akan terserap kembali ke Air Tanah Dalam ArtesisTerletak dibawah lapisan tanah kedap air pertama, untuk mengambil air tanah dalam tidak semudah air tanah dangkal. Air Artesis terletak pada kedalaman antara 80 meter hingga 300 meter dari permukaan tanah. Sehingga untuk mendapatkan air tanah dalam ini harus mengunakan pompa air kapasitas besar dan tidak bisa menggunakan pompa air biasa. Namun jika tekanan air tanah dalam ini besar maka air akan keluar dengan sendirinya, yang disebut dengan sumur kualitas air tanah dalam jauh lebih baik jika dibandingkan dengan air tanah dangkal/ freatik. Hal ini dikarenakan telah mengalami penyaringan yang sempurna dan air tanah artesis biasanya bebas bakteri sehingga dapat langsung tanah Artesis bisa dijadikan solusi terhadap kekeringan. Jika pada musim kemarau panjang, biasanya sumur/ air tanah dangkal mengering, namun tidak halnya dengan air tanah dalam yang mana debit airnya cenderung stabil. Permasalahan yang kerap dihadapi adalah cukup mahalnya biaya yang dibutuhkan untuk membuat sumur artesis Air Tanah Meteorit VadosMerupakan air tanah yang berasal dari hujan/ presipitasi yang mana sebelumnya terjadi proses kodensasi air di atmosfer dan tercampur dengan debu meteor. Perlu diketahui sebelumnya bahwa setiap saat sebenarnya meteor berukuran kecil bergesekan dengan atmosfer dan habis sebelum mencapai permukaan yang bergesekan dengan atmosfer maka akan berpijar dan terbakar sehingga sering disebut bintang jatuh. Hasil pembakaran meteor tadi tentu saja akan menghasikan abu yang pada akhirnya masuk kedalam lapisan troposfer dan bercampur dengan awan yang mengandung titik air. Air Vados mengandung air berat H3 dan terdapat tritium suatu unsur yang berasal dari debu meteor didalamnya sehingga sering disebut dengan air Air Tanah Magma JuvenilMerupakan air yang terbentuk secara kimiawi didalam tanah karena intrusi dari magma pada kedalaman tertentu. Biasa ditemukan pada daerah didekat gunung berapi. Air Juvenil muncul ke permukaan bumi dalam bentuk air panas atau jika tekanan didalamnya sangat tinggi air juvenil bisa menjadi Geyser Baca Erosi Tanah.Karena terletak di dekat gunung berapi atau dapur magma, maka terkadang air juvenil juga mengandung kadar belerang yang tinggi, jika selama pembentukannya melewati batuan belerang/ sulfur. Namun jika tidak melewati struktur batuan belerang saat proses perjalanan ke permukaan bumi, maka air juvenil seperti air biasanya hanya saja bersuhu Air Konat TersengkapMerupakan air tanah yang terjebak didalam batuan selama ribuan tahun hingga jutaan tahun sehingga sering disebut dengan air purba. Umumnya memiliki kadar garam yang lebih tinggi dibandingkan air laut dan tercampur dengan senyawa/ mineral dari batuan yang melingkupinya dalam waktu lama. Air konat pada mulanya sama seperti air tanah pada umumnya, namun karena pengaruh geologi sehingga terperangkap di antara batuan sedimen di dekat gunung. Terperangkap dalam waktu yang sangat panjang menyebabkan air konat ter-mineralisasi secara penjelasan mengenai pengelompokan air berserta jenis jenis air. Setelah membaca artikel ini diharapkan kita akan semakin paham dan mengerti serta dapat membedakan jenis jenis air khususnya air yang terletak didalam permukaan bumi. Semoga artikel ini dapat berguna dan menambah wawasan bagi setiap pembaca.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Gas Penyebab Hujan Asam - Hujan asam diakibatkan oleh terbentuknya asam di udara akibat bertemunya uap air dengan gas pembentuk asam. Biasanya terjadi karena pencemaran udara di sekitar lingkungan pabrik. Gas yang biasa menjadi penyebab hujan asam yaitu pertama adalah CO2 atau karbon dioksida dan CO atau karbon monoksida, yang berasal dari hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor, dan lain - lain. Yang saat bertemu dengan uap air akan membentuk H2CO3 atau asam karbonat yang termasuk salah satu asam yang kedua yaitu H2S atau hidrogen sulfida dan SO2 atau sulfur dioksida, yang berasal dari pemanasan belerang. Pada umumnya ditemui di wilayah industri berat. Yang saat bertemu dengan uap air akan membentuk H2SO4 atau asam sulfat yang termasuk salah satu asam alat ukur Indonesia untuk mendeteksi kebocoran gas harus menggunakan alatdetector gas, karena alat ini adalah alat yang paling akurat untuk mendeteksi gas. Derajat keasaman hujan asam tergantung pada kepekatan asam dalam udara yang tidak langsung, artinya sama dengan derajat pencemaran udara di udara. Pada kondisi normal, sebenarnya hujan sudah bersifat asam karena keberadaan CO2 di udara. Namun pHnya tidak kurang dari 7. Namun pada wilayah dengan pencemaran udara berat, keasamannya akan lebih rendah lagi. Ada keterkaitan langsung antara hujan asam dengan korosi. Korosi merupakan pelapukan logam oleh zat oksidator. Asam adalah zat yang bisa mengoksidasi dengan logam. Jadi saat terjadi hujan asam, maka akan terjadi korosi pada logam yang terkena air hujan tersebut. Hujan asam diklarifikasikan sebagai berbagai macam hujan dengan pH kurang dari 5,6. Secara alami hujan bersifat asam karena karbondioksida CO2 di udara yang larut dengan air hujan mempunyai bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam pada hujan ini sangat berguna karena membantu melarutkan mineral pada tanah yang diperlukan oleh tumbuhan dan juga binatang. Hujan asam diakibatan oleh belerang yang termasuk pengotor pada bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan juga membentuk asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama dengan air hujan yang asam itu akan mengalami peningkatan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Istilah Hujan asam pertama kali dikenalkan oleh Angus Smith saat ia menulis tentang polusi industri di Inggris. Namun istilah hujan asam tidaklah tepat, yang benar yaitu deposisi asam. Deposisi asam ada dua, yaitu deposisi kering dan juga deposisi kering adalah peristiwa terkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada pada udara. Hal ini bisa terjadi pada wilayah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan ataupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga bisa terjadi di wilayah perbukitan yang terkena angin dan angin tersebut membawa udara yang mengandung asam. Lihat Inovasi Selengkapnya
uap air yang mengandung asam terbanyak berasal dari