42:1 LALU Ayub menjawab TUHAN, 1 42:2 "Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak seorang pun dapat menggagalkan rencana-Mu. 42:3 2 42:442:5 3 42:6 Karena itu, aku membenci diriku dan aku duduk dalam debu serta abu sambil menyesali segala perkataanku." 4 42:7 Setelah TUHAN selesai berbicara dengan Ayub, Ia berfirman kepada Ayub pasal 1 & 2 tidak pernah diketahui oleh Ayub sendiri, kitalah yang tahu. Pasal 1 dimulai dengan pendahuluan kesalehan Ayub di bumi. Pasal 1 & 2 merupakan pasal yang begitu penting untuk mengerti seluruh kitab Ayub. Ayub diperkenalkan sebagai seorang yang takut akan Tuhan, ia menjauhi kejahatan dan hidupnya dilimpahi dengan kemakmuran. Kesalehan dan kekayaan Ayub (1:1-5) sangat mudah dipahami dalam kerangka theologis seperti ini. Persoalan akan muncul jika terjadi sebaliknya. Ayub yang saleh ternyata tertimpa beragam peristiwa buruk yang dapat dipahami sebagai kutuk menurut kacamata publik pada waktu itu. Ayub berusaha memahami semua ini dalam kerangka theologi retributif. Walaupun banyak penderitaan yang ia alami, tetapi dengan imannya ia percaya bahwa ia akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Tuhan memulihkan hidup Ayub sehingga Ia hidup berkelimpahan. Ayub mempunyai Iman yang kuat, sehingga penyembahan tidak pernah lepas dari dia. Tuhan berjanji kepada Yesaya bahwa Ia tidak akan melupakan engkau (Yesaya 49:15). Ayub 42:5-6. [42:5] 1 Full Life : SEKARANG MATAKU SENDIRI MEMANDANG ENGKAU. Ayub sebelumnya berdoa untuk melihat Sang Penebus ( Ayub 19:27 ); kini kerinduan itu terpenuhi. Firman dan kehadiran Allah membawa suatu penyataan yang lebih besar tentang sifat dan jalan Allah bagi Ayub. Melalui pengalaman pribadi ini, Ayub diubah oleh suatu kesadaran Full Life: Ayb 23:10-12 - SEANDAINYA IA MENGUJI AKU. (versi Inggris NIV -- apabila Ia telah menguji aku). Ayub yakin bahwa Allah masih memperdulikan hidupnya dan tahu bahwa tidak ada kesengsaraan yang dapat membuat Ayub berbalik dari kesetiaan kepada-Nya. 1) Ayub melihat penderitaannya sebagai ujian iman dan kasihnya kepada Tuhan. .

khotbah ayub 1 1 5